Sender's name : achmad M akung
Assalamu'alaikum
saya Akung dari Semarang. pengen mencoba usaha jamur, tapi saya ragu, apakah ke depan masih cukup prospektif. saya khawatir nasibnya sama kaya budidaya-budidaya yang sifatnya musima, artinya, ketika supplynya banyak, demandnya turun, harga juga jatuh.
yang jelas saya lagi butuh "ma'isyah" nih. ada modal sekitar 7 juta. what can i do first? seandainya berkenan, saya minta informasi serta supervisi (ya, minimal via e mail) yang memadai. jazakallah khair
wassalamu'alaikum.
Jawab
wa'alaikumsalam .....
Terima kasih untuk emailnya
Kalo saya pribadi, lebih suka bisnis jualan bibit saja daripada budidayanya.
Bibit dalam bentuk baglog kecil2.
untuk tutorial dan lain sebagainya, anda bisa baca buku pak unus atau penulis lainya
Biasanya sih dari penebar swadaya. Download di internet juga ada
Tampilkan postingan dengan label Konsumsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsumsi. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Mei 2009
Aspek Bisnis Jamur Tiram
Sender's name : taryo
bagaimana cara mengenalkan jamur kepada konsumen/masyarakat..bahwa jamur itu tidak beracun...dan nilai ekonomisnya seberapa tinggi ?
Jawab
Beberapa jamur memang beracun, namun banyak pula yang tidak beracun bukan?
Nah, secara tradisional masyarakat sudah biasa mengonsumsi jamur tiram. Untuk mengenali jamur yang beracun atau tidak, bisa dilakukan tes secara sederhana. Misalnya:
1. Mencampur jamur dengan nasi, bila warna menjadi hitam, biasanya jamur beracun
2. Menusuk jamur dengan logam stainless, bila warna menjadi hitam, biasanya jamur beracun.
Untuk masalah ini (racun pada jamur), anda bisa baca lebih lanjut di bukunya pak Unus Suriawiria
Sedangkan untuk masalah aspek bisnis/finansial budidaya jamur tiram atau pemasaran jamur tiram, anda bisa merujuk ke buku yang ditulis oleh Yuniasmara dkk atau skripsi mengenai jamur tiram di perpustakaan pusat IPB
bagaimana cara mengenalkan jamur kepada konsumen/masyarakat..bahwa jamur itu tidak beracun...dan nilai ekonomisnya seberapa tinggi ?
Jawab
Beberapa jamur memang beracun, namun banyak pula yang tidak beracun bukan?
Nah, secara tradisional masyarakat sudah biasa mengonsumsi jamur tiram. Untuk mengenali jamur yang beracun atau tidak, bisa dilakukan tes secara sederhana. Misalnya:
1. Mencampur jamur dengan nasi, bila warna menjadi hitam, biasanya jamur beracun
2. Menusuk jamur dengan logam stainless, bila warna menjadi hitam, biasanya jamur beracun.
Untuk masalah ini (racun pada jamur), anda bisa baca lebih lanjut di bukunya pak Unus Suriawiria
Sedangkan untuk masalah aspek bisnis/finansial budidaya jamur tiram atau pemasaran jamur tiram, anda bisa merujuk ke buku yang ditulis oleh Yuniasmara dkk atau skripsi mengenai jamur tiram di perpustakaan pusat IPB
Langganan:
Postingan (Atom)